POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Faisal, bocah 10 tahun yang ditolak sekolah karena tidak punya akta kelahiran, dirawat oleh neneknya sejak kecil. Sementara kedua orangtuanya hidup di Makassar sebagai pemulung barang bekas.
Ditemui di rumahnya, Dusun Batu-batu, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Polewali Mandar, Minggu (14/10), Faisal mengaku malu jika melihat teman-temannya pergi ke sekolah, sementara dirinya hanya tinggal di rumah bersama neneknya.
Meski umurnya sudah 10 tahun lebih, namun hingga kini ia belum pernah mengenyam bangku sekolah seperti teman-teman tetangganya.
"Saya main boneka atau pistol-pistolan saja kalau teman-teman pergi sekolah," ujar Faisal.
Faisal tampak gusar ketika ditanya apakah bisa mengeja huruf atau mengenal tulisan huruf dan angka-angka seperti anak-anak SD lainnya. Ia hanya menjawab dengan tetesan air mata.
Ketua Lembaga bantuan Hukum (LBH) Sulbar, Abdul Kadir menyesalkan adanya kejadian ini. Kadir berharap kasus ini bisa menjadi pembelajaran penting bagi pemda dan Dispora jika persyaratan adminstrasi yang sepele seperti ini, jangan sampai menghambat pendidikan anak-anak. Sebab, warga negara dijamin haknya oleh negara untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang